Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar Benchmarking ke FH Universitas Tarumanagara Bersama Universitas Ngudi Waluyo Semarang, Perkuat Persiapan Pembukaan Program Magister Ilmu Hukum


Jakarta – Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar (UIM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, bersama Universitas Ngudi Waluyo Semarang sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu tata kelola akademik dan memperkuat persiapan pembukaan Program Magister (S2) Ilmu Hukum.

Rombongan Fakultas Hukum UIM dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UIM, Dr. H. Nurdin, S.H., M.H., dan diterima oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. H. Rasji, S.H., M.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pascasarjana Universitas Ngudi Waluyo Semarang, Prof. (Em.) Dr. Sudijono Sastroatmojo, M.Si., yang turut memberikan pandangan mengenai pengelolaan program pascasarjana dan pengembangan mutu pendidikan tinggi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat kolaborasi, dan diwarnai diskusi yang konstruktif mengenai berbagai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan fakultas hukum. Berbagai isu strategis menjadi pembahasan, mulai dari tata kelola kelembagaan, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, hingga pengembangan kerja sama dengan berbagai institusi penegak hukum dan pemangku kepentingan.

Salah satu fokus utama benchmarking adalah pengelolaan Program Magister Ilmu Hukum. Fakultas Hukum UNTAR berbagi pengalaman mengenai proses pendirian program studi, pemenuhan persyaratan akademik dan sumber daya manusia, penyusunan kurikulum, sistem pembimbingan tesis, strategi memperoleh mahasiswa baru, serta langkah-langkah dalam menjaga kualitas akademik dan akreditasi program studi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Nurdin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan langkah strategis bagi Fakultas Hukum UIM dalam mempersiapkan pembukaan Program Magister Ilmu Hukum.

“Kami ingin belajar dari pengalaman Fakultas Hukum UNTAR yang telah berhasil mengembangkan Program Magister Ilmu Hukum. Banyak praktik baik yang kami peroleh hari ini dan akan menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola akademik serta mempersiapkan pembukaan Program Magister Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UIM,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Rasji, S.H., M.H. menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarpendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan hukum di Indonesia. Menurutnya, benchmarking merupakan media yang efektif untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring akademik.

Di sisi lain, Prof. (Em.) Dr. Sudijono Sastroatmojo, M.Si. menekankan bahwa pengembangan program pascasarjana harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang baik, kualitas sumber daya manusia, budaya riset yang kuat, serta komitmen terhadap penjaminan mutu agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Hukum UIM semakin optimistis dalam mempersiapkan pembukaan Program Magister Ilmu Hukum. Selain memperoleh berbagai masukan strategis, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Fakultas Hukum UIM, Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara, dan Universitas Ngudi Waluyo Semarang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih erat antarketiga institusi dalam mewujudkan pendidikan tinggi hukum yang berkualitas, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan hukum di tingkat nasional maupun global